BANYUWANGI — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Banyuwangi sukses menyelenggarakan Darul Arqam Madya (DAM) tingkat regional yang berlangsung selama lima hari berturut-turut di Pusat Dakwah Muhammadiyah Banyuwangi.
Kegiatan pengaderan tingkat menengah ini diikuti oleh puluhan utusan kader terbaik dari berbagai cabang IMM se-Jawa Timur, seperti Jember, Malang, Surabaya, Sidoarjo, hingga Ponorogo. Mengusung tema besar "Reorientasi Nalar Gerakan IMM Banyuwangi: Membumikan Dakwah Intelektual untuk Kedaulatan Ekologis Blambangan", kegiatan ini difokuskan untuk mempertajam nalar kritis dan ideologis kader.
Fokus pada Analisis Sosial dan Ekologi
Ketua Umum PC IMM Banyuwangi, Ahmad Mujahid, menjelaskan bahwa DAM kali ini sengaja menitikberatkan pada kajian ekologi dan keadilan agraria. "Banyuwangi adalah kabupaten dengan kekayaan alam luar biasa, namun juga menyimpan potensi kerentanan lingkungan yang besar akibat eksploitasi industri ekstraktif. Kader IMM tingkat Madya harus dibekali pisau analisis sosial yang tajam untuk membaca arah pembangunan daerah," terangnya.
Selama forum DAM, para peserta disuguhi berbagai materi berbobot dari tokoh-tokoh akademisi nasional, aktivis lingkungan hidup, serta jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi.
Aksi Nyata dan Output Pengaderan
Tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, para kader juga diterjunkan langsung ke lapangan dalam sesi Live-In bersama masyarakat pesisir Muncar untuk menganalisis problematika sanitasi dan pengelolaan sampah laut secara langsung. Hasil dari live-in tersebut dipresentasikan dalam bentuk policy brief yang akan diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi.
"Melalui DAM ini, kami berharap lahir para konseptor gerakan yang tidak hanya pandai beretorika di podium, melainkan mampu merumuskan arah solusi konkret atas problem riil yang dirasakan oleh rakyat kecil," pungkas Mujahid optimis.